KESETIMBANGAN RADIOAKTIF PDF

0

RADIOAKTIF Adanya Fosforecensi: berpendarnya benda setelah disinari. Dasar penemuan Adanya Fluorecensi: berpendarnya benda saat disinari. Penemu. Materi yang mengandung radionuklida disebut zat berat yang tidak stabil akan meluruh dan memancarkan sinar radioaktif yaitu. RADIOAKTIF Manfaat Radioaktif • Sterilisasi radiasi. Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat.

Author: Vojin Daill
Country: Uruguay
Language: English (Spanish)
Genre: Career
Published (Last): 19 September 2004
Pages: 292
PDF File Size: 10.90 Mb
ePub File Size: 11.48 Mb
ISBN: 477-9-61534-154-3
Downloads: 41809
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Vosho

Kita telah mengetahui bahwa atom terdiri atas inti atom dan elektron-elektron yang beredar mengitarinya. Reaksi kimia biasa seperti reaksi pembakaran dan penggaramanhanya menyangkut perubahan pada kulit atom, terutama elektron pada kulit terluar, sedangkan inti atom tidak berubah.

Kimia inti atau yang dikenal dengan sebutan kimia nuklir merupakan salah satu bidang kajian dalam ilmu kimia yang bahasan utamanya menyangkut sifat-sifat suatu nukleotida, struktur, energetika, isotop, dan hal-hal lainnya radooaktif berkaitan dengan rdioaktif suatu atom. Isotop ialah dua atom atau lebih yang bernomor atom sama, tetapi nomor massanya berbeda. Jumlah electron setiap isotop sama, oleh sebab itu isotop-isotop memiliki sifat kimia sama dan beberapa isotop mempunyai sifat radioaktif.

Radioisotop yang sering kesetimbangam dalam berbagai bidang kebutuhan manusia seperti bidang kimia, kesehatan, pertanian, hidrologi dan industri, pada umumnya tidak terdapat di alam karena kebanyakan umur paruhnya relatif pendek. Radioisotop dibuat di dalam suatu reaktor nuklir yang mempunyai kerapatan fluks neutron tinggi dengan mereaksikan antara inti atom tertentu dengan neutron. Selain itu, radioisotop dapat juga diproduksi menggunakan akselerator melalui proses reaksi antara inti atom tertentu dengan suatu partikel, misalnya alpha, neutron, proton atau partikel lainnya.

Teknologi yang memanfaatkan radioaktif dikenal dengan istilah teknologi nuklir. Sedangkan isotop yang bersifat radioaktif disebut radioisotop, dan zat yang bersifat radiaktif disebut zat radioaktif.

radiiaktif Radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif yang mampu memancarkan radiasi. Pemanfaatan ilmu ini telah merambah ke berbagai bidang kehidupan seperti kesehatan, industri dan riset kebumian, energi, pangan dan pertanian, ilmu fisika dan kimia, kelautan dan hidrologi, dan lain-lain.

Seiring dengan perkembangan pemanfaatan ilmu nuklir tersebut, radioisotopbanyak digunakan dalam bidang kesehatan, kimia, industry, hidrologi, arkeologi, pertanian dan sebagainya. Aplikasi tersebut ditujukan untuk kesejahteraan manusia di berbagai bidang. Untuk mengetahui apa itu radioisotop. Untuk mengetahui sifat-sifat khas radioisotop. Radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif, dibuat dengan menggunakan reaksi inti dengan netron.

Isotop suatu unsur, baik yang stabil maupun radioaktif memiliki sifat kimia yang sama. Penggunaan radioisotop sebagai perunut didasarkan pada ikatan bahwa isotop radioaktif mempunyai sifat kimia yang sama dengan isotop stabil.

Radoisotop ditambahkan ke dalam suatu sistem untuk mempelajari sistem itu, baik sistem fisika, kimia maupun sistem biologi. Oleh karena radioisotop mempunyai sifat kimia yang sama seperti isotop stabilnya, maka radioisotop dapat digunakan untuk menandai suatu senyawa sehingga perpindahan perubahan senyawa itu dapat dipantau. Sedangkan penggunaan radioisotop sebagai sumber radiasi didasarkan pada kenyataan bahwa radiasi yang dihasilkan zat radioaktif dapat mempengaruhi materi maupun makhluk.

Radiasi dapat digunakan untuk memberi efek fisis, efek kimia, maupun efek biologi. Dengan menggunakan alat deteksi dapat diketahui adanya radiasi atau instensitas radiasi dan juga dapat di tentukan jumlah radioisotop yang terdapat dalam suatu bahan. Radiasi pada materi dapat menyebabkan penumpukan energi pada materi yang dilalui dampak yang ditimbulkan radiasi dapat berupa: Dalam hal itu partikel radiasi menabrak electron dari atau molekul zat yang dilalui melalui sehingga terbentuk ion positif dan ion tenion.

Dalam hal ini radiasi tidak menyebabkan electron terlepas dari atom atau molekul zat tetapi hanya berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Radiasi yang dihasilkan oleh zat radioaktif mempunyai energi yang dapat memutuskan ikatan-ikatan kimia. Peran radioisotop sebagai pencari jejak tidak terlepas dari sifat-sifat khas yang dimilikinya, yakni: Radioisotop senantiasa memancarkan radiasi dimanapun dan keberadaanya mudah dideteksi. Laju peluruhan tiap satuan waktu radioisotop hanya merupakan fungsi jumlah atom radioisotope yang ada, tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan baik temperature, tekanan, pH dan sebagainya.

  DIGITAL STREAM DTX9950 MANUAL PDF

Waktu para radioisotop bervariasi dari kisaran milidetik sampai ribuan tahun. Intensitas radiasi ini tidak bergantung pada bentuk kimia atau senyawa yang disusunnya. Radioisotope memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan isotope lain sehingga sifat kimia yang dimiliki radioisotope sama dengan isotope-isotop lain dari unsur yang sama. Radioisotope karbon, misalnya, memiliki karakteristik kimia yang sama dengan karbon karbon Radiasi yang dipancarkan, utamanya radiasi gamma, memiliki daya tembus yang besar.

Manfaat Radioisotop di Bidang Kimia. Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai jenis reaksi kimia esterifikasi, fotosintesis dan kesetimbangan dinamis. Yaitu reaksi pembentukan suatu ester yang dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asam karbosilat dan suatu alcohol.

Esterifikasi berkataliskan asam dan merupakan reaksi yang reversible. Asam karbosilat bereaksi dengan alcohol membentuk ester dan air. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pada reaksi esterifikasi, atom O yang membentuk senyawa H 2 O berasal dari asam karbosilat.

Adapun atom O yang membentuk ester dari alcohol. Kesetimbangan dinamis kimia bersifat dinamis artinya bahwa dalam keadaan setimbang reaksi tetap berlangsung dengan laju yang sama pada kedua arah.

Hal itu dapat dibuktikan sebagai berikut. Kedalam tabung yang berisi PbI 2 padat non radioaktif tambahkan larutan yang berisi ion iodida radioaktif I hingga jernih, kocok campuran dan biarkan beberapa lama. Saring campuran dan keringkan endapan tersaring. Jika dianalisis maka dalam padatan PbI 2 akan terdapat PbI 2 yang radioaktif.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam larutan jenuh terdapat keadaan setimbang dinamis antara padatan dengan ion-ionnya. Salah satu contoh analisis radiometri adalah anaisis derivatif isotop.

Mol -1 digunakan, dan jika sesudah reaksi produk bertanda 1 diisolasi dan aktivtas Az ditentukan, maka kuantitas sesungguhnya dan X x dapat dihitung dari: Teknik ini dikenal sebagai analisis derivatif isotop dan menyatakan bahwa aktivitas jenis derivatif 1 adalah sama seperti reagen pada persamaan kimia diatas.

Salah satu contoh teknik ini adalah perkiraan kromatografi kertas atau lapis tipis asam amino melalui pembentukan derivative radiolabel yang disertai dengan reaksi dengan radioiodin pipsil klorida. Daerah kromatogram yang mengandung asam amino dibuat radioaktif dengan formasi derivatif, dan aktivitas diukur dengan menggunakan detektor gamma berenergi rendah atau dengan memotong kromatogram dan mencacahnya secara individu. Titrasi radiometri, isotop dapat digunakan sebagai petunjuk akhir titrasi.

Baik titran maupun cuplikan dapat mengandung komponen radioaktif. Teknik ini merupakan salah satu pemanfaatan teknik nuklir di bidang analisis kimia, di samping teknik analisis lainnya seperti analisis pengenceran radioisotop dan radioimmunoassay.

Metode APN dapat digunakan untuk tujuan analisis kualitatif maupun kuantitatif. Teknik ini juga dapat digunakan untuk analisis secara serentak untuk beberapa unsur sekaligus tanpa terganggu oleh bentuk kimiawi masing-masing unsur maupun kemiripan atau perbedaan sifat kimia unsur-unsur yang dianalisis. Hal ini disebabkan karena interaksi nuklida unsur dengan neutron menghasilkan radionuklida yang mempunym karakteristik meliputi antara lain energi radiasi yang dipancarkan dan waktu paruh. Di samping itu, APN juga mempunym kepekaan atau sensitivitas yang tinggi dapat menentukan kandungan unsur dalam jumlah yang sangat kecil serta memerlukan volume cuplikan yang kecil cukup dalam orde L.

Beberapa unsur dapat dideteksi dan ditentukan dalam jumlah 10 -9 — 10 gram, suatu sifat kepekaan yang sukar atau tidak dapat dicapai dengan cara-cara analisis yang lain. Bahkan teknik APN dinyatakan mampu mendeteksi dan menentukan kandungan unsur pada tingkat runutan dan ultra-runutan untuk tidak kurang dari 75 macam unsur. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknik instrumentasi pengukuran radiasi, misalnya spectrometer y, yang menjadi alat ukur atau penganalisis di dalam teknik APN.

Oengan kepekaan yang tinggi dan teknik pengerjaan kesftimbangan sederhana, APN dapat digunakan untuk analisis dan penetapan unsur mayor, minor maupun runutan raeioaktif berbagai contoh bahan biologis, bahan geologik, bahan industri, lingkungan dan sebagainya. Pengukuran secara simultan terhadap satu jenis bahan cuplikan memungkinkan hasil informasi kandungan 30 sampai 40 radikaktif unsur dalam cuplikan tersebut. Teknik APN ini raioaktif pertamakali oleh Hevesy dan Levi pada tahun ketika melakukan penelitian yangmenunjukkan bahwa paparan neutron padabahan yang mengandung unsur tanah jarangmenghasilkan keradoaktivan yang sangattinggi.

  ENCICLICA CENTESIMUS ANNUS PDF

Dari pengamatan timbulnyakeradioaktivan tersebut, mereka melihatpotensi pemanfaatan reaksipenetapan kandungan unsurcuplikan. Dibandingkan dengan nuklida sasaran, radionuklida produk reaksi nuklir n, tidak mengalami perubahan jumlah proton tetapi jumlah neutronnya bertambah satu. Dengan demikian radionuklida produk tersebut merupakan isotop radioaktif dari unsur radioaktjf. Oalam kaitannya dengan APN, radiasi y yang keserimbangan peluruhan ini disebut radiasi tunda delayed.

Hasil peluruhan adalah nuklida baru, mungkin masih radioaktif tetapi mungkin pula berupa nuklida yang stabil. Gambar reaksi nuklir bila nuklida sasaran. Pada gambar di atas, secara sederhana ditunjukkan reaksi nuklir yang terjadi bila nuklida sasaran diiradiasi atau diaktivasi dengan neutron termal. Radionuklida produk aktivasi merupakan isotop radioaktif dari nuklida sasaran.

Jenis radiasi yang dibebaskan dari peluruhan radionuklida produk aktivasi merupakan salah satu karakteristika dari radionuklida tersebut. Di antara ke empatradiasi nuklir yang mungkin dipancarkan olehradionuklida produk aktivasi, radiasi ymerupakan yang paling penting dalam teknikAPN, karena radiasi y inilah yang selanjutnyadideteksi dan menjadi variabel yang karakteristik di dalam APN.

Spektrometer gamma adalah suatualat yang dapat digunakan untuk melakukananalisis zat radioaktif yang memancarkanradiasi gamma.

Berbagi Ilmu: MAKALAH KIMIA INTI ” APLIKASI RADIOKIMIA DALAM BIDANG KIMIA ANALITIK”

Setiap radionuklidamempunyai tenaga tertentu dan bersifatspesifik. Hal ini digunakan sebagai dasardalam analisis secara kualitatif. Analisissecara kuantitatif dilakukan berdasarkannilai cacahan dari spectrum yangdipancarkan. Sebelum digunakan dalampengukuran, terlebih dahulu sistem spektrometer gamma dikalibrasi dengansumber standar untuk menentukanhubungan antara nomor salur dan energygamma keV.

Spektrometer terdiri dari detectorradiasi gamma, rangkaian elektronikpenunjang, dan sebuah interface yangdisebut Multi Channel Analyzer MCA. Dengan perangkatlunak khusus software Maestro 3. Dalam spektrometer gamma puncak-puncak spektrum pada nomor salur No Channel sistem spectrometer sebanding dengan energi sinar gamma. Oleh karena itu perlu dicari hubunganantara nomor salur dan energi sinar gammayang biasa di sebut dengan kalibrasi energi.

Hal ini dilakukan dengan jalan melakukanpengukuran pencacahan sumber radioaktifstandar dengan beberapa sumber energi daritingkat energi rendah sampai dengantingkat energi yang tinggi agar kalibrasienergi yang dilakukan mempunyaijangkauan energi yang cukup lebar.

Apabilahubungan antara energi dan nomor salurdituangkan dalam grafik maka akandiperoleh gambar garis lurus. Kalibrasi energi diperlukan untuk tujuan analisis kualitatif spektrometri gamma.

Setelah kalibrasi energi dilakukan maka sistem spektrometer dapat dipergunakan untuk melakukan pengukuran suatu cuplikan. Energi gamma yang dipancarkan oleh suatu radionuklida adalah salah satu sifat karakteristik dariradionuklida tersebut.

Sifat-sifat karakteristik dari berbagai radionuklida dapat dilihat dalam tabel Isotop yang berisi energi sinar gamma, waktu paroh dan intensitas. Puncak puncak spektrum pada cuplikan dapat diketahui menggunakan persamaan matematis pada kalibrasi energi. Sehingga kandungan unsur radioaktif pada cuplikan dapat ditentukan.

BELAJAR Berbagi ILMU

Nilai suatu pencacahan belummencerminkan aktivitas yang sebenarnyadari suatu zat radioaktif. Suatu zatradioaktif selalu memancarkan sinarradioaktif ke segala arah 4. Pengukurancuplikan zat radioaktif dilakukan pada jaraktertentu dari detektor, sehingga sebenarnyahanya sebagian dari sinar radiasi gammayang dipancarkan yang terdeteksi olehdetektor. Analisis kuantitatif dalam spektrometri gamma membutuhkan kalibrasi effisiensi. Apabila dilakukanpengukuran effisiensi dari tenaga rendah kesetimbanban tenaga yang tinggi menggunakan sumber standar maka dapat dibuat grafik effisiensi fungsi energi.